Selamat datang di website resmi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa Karawang

Tutorial pendaftaran Fkip Unsika Berdampak

Kuliah Umum PPG FKIP Unsika: “No More Bullying: Saatnya Calon Guru Jadi Role Model Sekolah Aman”

Kuliah Umum PPG FKIP Unsika: “No More Bullying: Saatnya Calon Guru Jadi Role Model Sekolah Aman”

Lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran serta perkembangan peserta didik. Namun demikian, praktik perundungan (bullying) masih menjadi permasalahan yang kerap ditemukan di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, sosial, maupun akademik peserta didik.

Guru memiliki peran strategis dalam mencegah dan menangani terjadinya perundungan di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, calon guru perlu dibekali pemahaman yang memadai mengenai bentuk-bentuk bullying, dampaknya terhadap peserta didik, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. Hal ini penting agar guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan dalam menciptakan budaya sekolah yang aman dan saling menghargai.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa Karawang menyelenggarakan kegiatan kuliah umum kampanye anti-bullying dengan tema “No More Bullying: Saatnya Calon Guru Jadi Role Model Sekolah Aman.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2026 bertempat di Auditorium FKIP Unsika dan diikuti oleh 118 mahasiswa PPG. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Ibu Rina Marlina, S.Psi., M.Pd. dan Ibu Dr. Hj. Tika Santika, S.Pd., M.Pd. yang merupakan bagian dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unsika, serta Bapak Raka Indra Pratama, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan.

Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep, bentuk, serta dampak bullying di lingkungan pendidikan, sekaligus strategi pencegahan dan penanganannya. Diskusi yang berlangsung juga menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Meningkatkan pemahaman mahasiswa PPG mengenai konsep, bentuk, dan dampak bullying di lingkungan pendidikan.
  2. Memberikan wawasan kepada mahasiswa PPG mengenai strategi pencegahan dan penanganan bullying di sekolah.
  3. Menumbuhkan kesadaran mahasiswa PPG sebagai calon guru untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
  4. Mendorong mahasiswa PPG untuk menjadi teladan (role model) dalam membangun budaya sekolah yang positif dan bebas dari perundungan.

Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa PPG mampu mengimplementasikan nilai-nilai anti-bullying dalam praktik pembelajaran serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan berkarakter.